Uji Kompetensi 4 Hal 45 Buku Pengayaan Sejarah Peminatan Kelas 11
1. Apa hubungan antara penyerbuan penjara Bastille dengan Revolusi Perancis?
Penyerangan penjara Bastille oleh rakyat Paris merupakan peristiwa bersejarah yang memulai revolusi Prancis. Bastille yang sering digunakan untuk memenjarakan para tahanan politik yang tidak sejalan dengan kerajaan dianggap sebagai simbol kekuasaan absolut yang dimiliki oleh kaum bangsawan dan keluarga kerajaan.
Peristiwa ini bermula pada 27 Juni 1789. Setelah muak dan marah pada kepemimpinan Raja Louis XVI yang hidup bermewahan sementara rakyatnya kelaparan, Third Estate yang menjadi perwakilan rakyat jelata Prancis, akhirnya mendeklarasikan Majelis Nasional dan mulai menyusun undang-undang.
Louis XVI yang semula mengalah dan mengesahkan Majelis Nasional, berbalik 180o dengan memerintahkan tentara Prancis untuk mengepung Paris dan memecat Menteri Keuangan Jacques Necker yang berpihak pada rakyat Prancis.
Pada malam hari 13 Juli 1789, rakyat Prancis menyerbut gudang senjata Bastille dan mendapatkan ribuan senapan musket serta amunisi, dan keesokan harinya, Penjara Bastille telah dikepung oleh rakyat Paris.
Bernard Jordan de Launay yang menjadi pemimpin militer di Bastille menolak untuk menyerahkan penjara tersebut. Dia dan pasukannya berhasil menahan serbuan massa selama beberapa waktu. Namun, makin banyak rakyat yang berkumpul di sekitar Bastille, hingga akhirnya de Launay menyerah setelah sekelompok tentara Garda Prancis yang membelok ikut bergabung dalam penyerbuan dengan membawa meriam.
Direbutnya Bastille menandai dimulainya Revolusi Prancis. Para revolusioner berhasil menguasai dan wilayah-wilayah Prancis lainnya serta memaksa Louis XVI untuk mengakui pemerintahan konstitusional. Pada akhirnya, dia dan istrinya Marie Antoinette dihukum penggal dengan menggunakan guiollotine pada 1792.
2. Apa yang kamu ketahui tentang Penandatangan Declaration of Independence Amerika Serikat?
Deklarasi Kemerdekaan adalah suatu akta dari Kongres Kontinental Kedua yang menyatakan bahwa Tiga Belas Koloni memerdekakan diri dari Britania Raya.
3. Apa keterkaitan antara Perjanjian Nanking dengan Revolusi Cina/Tiongkok?
Perang Candu I dan II
Kedatangan bangsa-bangsa Barat mulanya diawali dengan perdagangan. Keadaan ini berbeda dengan Tiongkok, karena yang menjadi komoditi adalah opium. Komoditas ini dipilih karena mendatangkan keuntungan yang besar bagi Inggris. Sebetulnya, mengonsumsi bahan ini telah dilarang oleh Kaisar karena menimbulkan dampak yang buruk. Meski begitu, pihak Inggris tetap memaksa untuk memperjualbelikan komoditas ini. Akhirnya, Kaisar memutuskan untuk menghentikan perdagangan tidak sehat itu.
Ilustrasi Perang Candu atau sering disebut dengan Opium War. (Sumber: britannica.com).
Akibat larangan tersebut, Inggris memberi perlawanan dengan mengirim armada angkatan laut dan berhasil menguasai kota pelabuhan Hongkong, Kanton, Xiamen, Ningbo, Fuzhou, dan Shanghai. Tiongkok-pun terpaksa mengakui keunggulan Inggris dengan menandatangani Perjanjian Nanking pada 1842.
Ternyata perangnya tidak berhenti sampai di situ. Pada 1856-1860 terjadi Perang Candu II antara Dinasti Qing dengan Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis. Penyebabnya karena bangsa barat berambisi untuk memperluas wilayah kekuasaan ke Tiongkok. Penyebab lainnya adalah karena Tiongkok menghentikan kapal The Arrow milik Inggris. Untuk mengakhiri perang, muncullah perjanjian Treaty of Nanjing pada Juni 1858.
4. Apa keterkaitan Konferensi Meja Bundar dengan Revolusi Nasional Indonesia?
Konferensi Meja Bundar (KMB) (Bahasa Belanda: Nederlands-Indonesische rondetafelconferentie) adalah sebuah pertemuan yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda, dari 23 Agustus hingga 2 November 1949 antara Republik Indonesia , Belanda, dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg), yang mewakili berbagai negara yang diciptakan Belanda di kepulauan Indonesia. Sebelum konferensi ini, berlangsung tiga pertemuan tingkat tinggi antara Belanda dan Indonesia, yaitu Perjanjian Linggarjati (1947), Perjanjian Renville (1948), dan Perjanjian Roem-Royen (1949). Konferensi ini berakhir dengan kesediaan Belanda untuk menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat.
