Welcome To My Blogger!
Kamis, 28 Januari 2021
RENDANG SAPI KHAS SUMATERA BARAT
Minggu, 06 Oktober 2019
Menganalisis Buku Pengayaan Kelas 11 Halaman 51 Bagian G-H
G. Aktivitas
Tuliskan berbagai dampak revolusi bagi Indonesia dengan mengisi kolom - kolom sebagai berikut!
1. Bidang Ideologi
Yang bersifat dinamis dan terus berkembang justru membutuhkan teknologi pendukung, seperti halnya dalam penyimpanan arsip digital. Kepedulian masyarakat dan peran serta pemerintah sangat dibutuhkan dalam perekaman dan pengarsipan kebudayaan daerah. Digitalisasi aset budaya merupakan salah satu cara untuk melindungi warisan budaya Indonesia yang beragam untuk generasi berikutnya.
2. Bidang politik
Sejak VOC dibubarkan pada tahun 1799, Indonesia diserahkan kembali kepada pemerintahan Kerajaan Belanda. Pindahnya kekuasaan pemerintahan dari VOC ke tangan pemerintah Belanda tidak berarti dengan sendirinya membawa perbaikan. Kemerosotan moral di kalangan para penguasa dan penderitaan penduduk jajahan tidak berubah. Usaha perbaikan bagi penduduk tanah jajahan tidak dapat dilaksanakan karena Negeri Belanda sendiri terseret dalam perang dengan negara-negara besar tetangganya. Hal ini terjadi karena Negeri Belanda pada waktu itu diperintah oleh pemerintah boneka dari Kerajaan Prancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte. Dalam situasi yang demikian, Inggris dapat memperluas daerah kekuasaannya dengan merebut jajahan Belanda, yaitu Indonesia.
3. Bidang Sosial Budaya
Sejak awal abad ke-19, pemerintah Belanda mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membiayai peperangan baik di Negeri Belanda sendiri (pemberontakan rakyat Belgia), maupun di Indonesia (terutama perlawanan Diponegoro) sehingga Negeri Belanda harus menanggung hutang yang sangat besar. Untuk menyelamatkan Negeri Belanda dari bahaya kebrangkrutan maka Johanes van den Bosch diangkat sebagai gubernur jenderal di Indonesia dengan tugas pokok menggali dana semaksimal mungkin untuk mengisi kekosongan kas negara, membayar hutang, dan membiayai perang. Untuk melaksanakan tugas berat itu, van den Bosch memusatkan kebijaksanaannya pada peningkatan produksi tanaman ekspor. Untuk itu, yang perlu dilakukan ialah mengerahkan tenaga rakyat tanah jajahan untuk melakukan penanaman tanaman yang hasilnya laku di pasaran dunia dan dilakukan dengan sistem paksa. Setelah tiba di Indonesia (1830) van den Bosch menyusun program kerja sebagai berikut.
Sistem sewa tanah dengan uang harus dihapus karena pemasukannya tidak banyak dan pelaksanaannya sulit.Sistem tanam bebas harus diganti dengan tanam wajib dengan jenis-jenis tanaman yang sudah ditentukan oleh pemerintah.Pajak atas tanah harus dibayar dengan penyerahan sebagian dari hasil tanamannya kepada pemerintah Belanda.
Apa yang dilakukan oleh van den Bosch itulah yang kemudian dikenal dengan nama sistem tanam paksa atau cultuur stelsel. Sistem tanam paksa yang diajukan oleh van den Bosch pada dasarnya merupakan gabungan dari sistem tanam wajib (VOC) dan sistem pajak tanah (Raffles). Pelaksanaan sistem tanam paksa banyak menyimpang dari aturan pokoknya dan cenderung untuk mengadakan eskploitasi agraria semaksimal mungkin.
4. Bidang Pertahanan Keamanan
Revolusi Industri sejatinya merupakan penemuan – penemuan ilmiah yang bisa meningkat “Efisiensi” dan “Peningkatan Kualitas Produk/ Jasa”. Jadi kalau bicara dari sudut Keamanan Nasional, maka Revolusi Industri Keempat sejatinya mampu memberikan kualitas pelayanan terhadap publik yang lebih untuk memperoleh rasa aman dan damai. Berbagai layanan publik harus lebih efisien, baik efisien dari sisi waktu maupun efisien dari sisi biaya. Namun di sisi lain tentu kompleksitas dimensi persoalan keamanan menjadi semakin kompleks.
Kemampuan untuk melakukan pendekatan ilmiah dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan menjadi trending para penegak hukum. Berbagai modus kejahatan akan bergeser dari model kejahatan konvensional menjadi kejahatan kontemporer yang lebih banyak berbsasis teknologi.
H. Analisis Nilai
1. Apa makna yang kamu tangkap tentang perlunya penegakkan Hak Asasi Manusia?
Dalam menegakaan HAM maka kita sebagai masyarakat dapat mengawasi penegakkan HAM oleh pemerintah. Oleh karena itu, amatlah baik apabila kita membantu pemerintah dan korban pelanggaran ham dengan melapor adanya kasus pelanggaran HAM itu. Dari sini, kita bisa dapat mengawasi tindak tanduk pemerintah dalam menegakkan HAM.
Di Indonesia memiliki banyak instansi dan lembaga swadaya masyarakat yang berkaitan dengan penegakkan HAM, sebut saja Komisi Nasional HAM, Pengadilan HAM, Lembaga Bantuan Hukum, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat, Imparsial, Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia dan lainnya. Semua lembaga ini tentunya membutuhkan tenaga penggerak dari masyarakat untuk menegakkan HAM.
Salah satu fungsi masyarakat adalah sebagai agen kontrol sosial. Segala tindakan yang pemerintah lakukan dalam rangka menegakkan HAM tentunya memiliki berbagai kekurangan disana sini. Maka dari itu, menjadi tugas bagi kita untuk menemukan celah-celah tersebut sambil merumuskan solusi terhadap permasalahan itu dan selanjutnya adalah menyampaikan pada pemerintah.
HAM di ciptakan bertujuan untuk melindungi orang dari kekerasan dan kesewenang-wenangan, mengembangkan rasa saling menghargai antar manusia. Mendorong tindakan yang dilandasi kesadaran dan tanggung jawab untuk menjamin bahwa hak-hak orang lain tidak dilanggar. Tujuan ham juga agar terciptanya kedamaian di dunia, tanpa ada membeda-bedakan antara satu sama lain.
2. Menurutmu nilai-nilai karakter apa sajakah yang perlu dikembangkan dalam rangka penegakkan Hak Asasi Manusia?
Jujur, Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan
Toleransi, Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
Disiplin, Tindakan yang menunjukan prilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
Kerja keras, Prilaku yang menunjukan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
Kreatif, Sikap dan prilaku untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
Mandiri, Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
Demokrasi dan cara berfikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajibannya dengan orang lain.
Rasa ingin tahu, Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar
Semangat kebangsaan, Cara berfikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan diri dan kelompoknya.
Cinta tanah air, Cara berfikir, bertindak dan berbuat yang menunjukan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik bangsa.
Menghargai prestasi , Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
Bersahabat/ komunikatif, Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul dan bekerjasama dengan orang lain.
Cinta damai, Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
Gemar membaca, Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
Peduli lingkungan, Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
Peduli sosial, Sikap tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
Tanggung jawab, Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya ia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya) negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
3. Coba berikan beberapa contoh perilaku beberapa contoh perilaku berlaku adil yang pernah kamu lakukan, baik dalambkehidupan di lingkungan keluarga, masyarakat, ataupun di sekolah!
Di keluarga :
- Berbakti kepada orang tua dengan belajar giat di sekolah, meraih prestasi dan sebagainya juga adalah termasuk sikap yang adil pada harapan-harapan & pengorbanan orang tua terhadap kita.
-Tidak berbuat gaduh pada jam belajar atau istirahat di rumah adalah perilaku adil terhadap hak anggota keluarga lainnya.
- Senantiasa berprasangka baik kepada sesama anggota keluarga juga adalah contoh perilaku adil dalam keluarga. Menghindari sikap suka menuduh sembarangan tanpa bukti.
Di masyarakat :
- Menghargai dan menghormati orang yang sedang berbicara
- Adil dalam mengambil keputusan
- Saling berbagi
- Tidak memihak atau memilih milih dalam berteman
- Adil dalam melakukan suatu organisasi
Di sekolah :
- Berteman dengan semua siswa tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras atau pun kondisi ekonominya.
- Berteman dan bersikap baik tanpa pilih-pilih adalah wujud prilaku adil terhadap orang lain.
- Menghormati dan menghargai semua guru dan semua pegawai-pegawai di sekolah termasuk petugas sampah sekali pun.
- Apabila ada teman yang berselisih maka kita hendaknya berpihak pada kebenaran, artinya tidak memihak salah satu di antara yang berselisih hanya karena ia sahabat kita. Apabila sahabat kita adalah pihak yang salah maka kita wajib menasehatinya.
- Mengerjakan tugas piket di kelas sebaik mungkin. Abai pada jadwal tiket atau tidak melaksanakan tugas piket adalah sikap yang tidak adil terhadap sesama petugas piket lainnya sebab kita membebankan tugas kita kepada mereka.
- Belajar dengan giat dan tekun di sekolah juga adalah perbuatan adil terhadap diri sendiri. Dengan belajar giat dan tekun maka kita sudah memaksimalkan usaha untuk menghindari kebodohan yang akan menyulitkan hidup kita.
4. Coba kamu kemukakan pendapatmu tentang perlunya berlaku adil dalam kehidupan masyarakat?
Menurut saya kita perlu berperilaku adil di kehidupan masyarakat karena, bila kita berperilaku adil maka hati akan terasa tenang, hidup rukun dan aman dikarenakan tidak adanya perselisihan yang terjadi karena perilaku tidak adil di masyarakat, memiliki nilai toleransi yang tinggi karena berperilaku adil kepada orang lain, dan lain sebagainya.
Minggu, 29 September 2019
Menganalisis Buku Pengayaan Sejarah Kelas 11 Halaman 45
Uji Kompetensi 4 Hal 45 Buku Pengayaan Sejarah Peminatan Kelas 11
1. Apa hubungan antara penyerbuan penjara Bastille dengan Revolusi Perancis?
Penyerangan penjara Bastille oleh rakyat Paris merupakan peristiwa bersejarah yang memulai revolusi Prancis. Bastille yang sering digunakan untuk memenjarakan para tahanan politik yang tidak sejalan dengan kerajaan dianggap sebagai simbol kekuasaan absolut yang dimiliki oleh kaum bangsawan dan keluarga kerajaan.
Peristiwa ini bermula pada 27 Juni 1789. Setelah muak dan marah pada kepemimpinan Raja Louis XVI yang hidup bermewahan sementara rakyatnya kelaparan, Third Estate yang menjadi perwakilan rakyat jelata Prancis, akhirnya mendeklarasikan Majelis Nasional dan mulai menyusun undang-undang.
Louis XVI yang semula mengalah dan mengesahkan Majelis Nasional, berbalik 180o dengan memerintahkan tentara Prancis untuk mengepung Paris dan memecat Menteri Keuangan Jacques Necker yang berpihak pada rakyat Prancis.
Pada malam hari 13 Juli 1789, rakyat Prancis menyerbut gudang senjata Bastille dan mendapatkan ribuan senapan musket serta amunisi, dan keesokan harinya, Penjara Bastille telah dikepung oleh rakyat Paris.
Bernard Jordan de Launay yang menjadi pemimpin militer di Bastille menolak untuk menyerahkan penjara tersebut. Dia dan pasukannya berhasil menahan serbuan massa selama beberapa waktu. Namun, makin banyak rakyat yang berkumpul di sekitar Bastille, hingga akhirnya de Launay menyerah setelah sekelompok tentara Garda Prancis yang membelok ikut bergabung dalam penyerbuan dengan membawa meriam.
Direbutnya Bastille menandai dimulainya Revolusi Prancis. Para revolusioner berhasil menguasai dan wilayah-wilayah Prancis lainnya serta memaksa Louis XVI untuk mengakui pemerintahan konstitusional. Pada akhirnya, dia dan istrinya Marie Antoinette dihukum penggal dengan menggunakan guiollotine pada 1792.
2. Apa yang kamu ketahui tentang Penandatangan Declaration of Independence Amerika Serikat?
Deklarasi Kemerdekaan adalah suatu akta dari Kongres Kontinental Kedua yang menyatakan bahwa Tiga Belas Koloni memerdekakan diri dari Britania Raya.
3. Apa keterkaitan antara Perjanjian Nanking dengan Revolusi Cina/Tiongkok?
Perang Candu I dan II
Kedatangan bangsa-bangsa Barat mulanya diawali dengan perdagangan. Keadaan ini berbeda dengan Tiongkok, karena yang menjadi komoditi adalah opium. Komoditas ini dipilih karena mendatangkan keuntungan yang besar bagi Inggris. Sebetulnya, mengonsumsi bahan ini telah dilarang oleh Kaisar karena menimbulkan dampak yang buruk. Meski begitu, pihak Inggris tetap memaksa untuk memperjualbelikan komoditas ini. Akhirnya, Kaisar memutuskan untuk menghentikan perdagangan tidak sehat itu.

Ilustrasi Perang Candu atau sering disebut dengan Opium War. (Sumber: britannica.com).
Akibat larangan tersebut, Inggris memberi perlawanan dengan mengirim armada angkatan laut dan berhasil menguasai kota pelabuhan Hongkong, Kanton, Xiamen, Ningbo, Fuzhou, dan Shanghai. Tiongkok-pun terpaksa mengakui keunggulan Inggris dengan menandatangani Perjanjian Nanking pada 1842.
Ternyata perangnya tidak berhenti sampai di situ. Pada 1856-1860 terjadi Perang Candu II antara Dinasti Qing dengan Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis. Penyebabnya karena bangsa barat berambisi untuk memperluas wilayah kekuasaan ke Tiongkok. Penyebab lainnya adalah karena Tiongkok menghentikan kapal The Arrow milik Inggris. Untuk mengakhiri perang, muncullah perjanjian Treaty of Nanjing pada Juni 1858.
4. Apa keterkaitan Konferensi Meja Bundar dengan Revolusi Nasional Indonesia?
Konferensi Meja Bundar (KMB) (Bahasa Belanda: Nederlands-Indonesische rondetafelconferentie) adalah sebuah pertemuan yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda, dari 23 Agustus hingga 2 November 1949 antara Republik Indonesia , Belanda, dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg), yang mewakili berbagai negara yang diciptakan Belanda di kepulauan Indonesia. Sebelum konferensi ini, berlangsung tiga pertemuan tingkat tinggi antara Belanda dan Indonesia, yaitu Perjanjian Linggarjati (1947), Perjanjian Renville (1948), dan Perjanjian Roem-Royen (1949). Konferensi ini berakhir dengan kesediaan Belanda untuk menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat.





